Pemanfaatan Limbah Ampas Tebu melalui Fermentasi Menjadi Bioetanol Sebagai Energi Alrenatif Rumah Tangga

Authors

  • Mukhlis Pendidikan Kimia, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh, Indonesia
  • Fakhri Yacob Bimbingan Konseling UIN Ar-Raniry
  • Muhammad Rafdi Pendidikan Kimia, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.22373/jim.v1i1.336

Keywords:

Ampas Tebu, Fermentasi, Bioetanol

Abstract

Bioetanol merupakan bahan bakar yang berbahan baku tumbuh-tumbuhan. Bahan baku untuk proses produksi bioetanol yaitu gula, pati, dan selulosa. Pembentukan senyawa Bioetanol (C2H5OH) dilakukan dengan cara proses enzimatik dan fermentasi. Tumbuhan yang memiliki kadar karbohidrat tinggi seperti tebu, nira, aren, sorgum, ubi kayu, jambu mete (limbah jambu mete), garut, batang pisang, ubi jalar, jagung, bonggol jagung, jerami berpotensi menghasilkan bioetanol. Dalam penelitian ini berorientasi pada pemanfaatan limbah ampas tebu di dari dan kulit pisang  digunakan sebagai bahan baku utama pembuatan bioetanol. Hal dikarenakan bahan tersebut memiliki kandungan selulosa yang cukup tinggi dan berpotensi sebagai energi alternatif diolah menjadi bioetanol. Bahan karbohidrat yang cukup tinggi dapat dikonversi menjadi glukosa. Tujuan dari Penelitian ini adalah untuk mengetahui informasi terhadap %v/v etanol yang dihasilkan ketika dilakukan penambahan ragi tape (Saccharomyces cerevisiae) pada saat fermentasi. Hasil Penelitian menunjukan bahwa pembuatan bioetanol dari limbah biomassa ampas tebu dengan variasi waktu fermentasi dan waktu hidrolisis  yaitu untuk sampel ampas tebu dengan fermentasi hari ke-3 dan waktu hidrolisis 15 menit menghasilkan 4 mL destilat Bioetanol. Hari ke 5 dengan waktu hidrolisis 20 menit menghasilkan 6 mL, Pada hari ke 6 dan ke 7 dengan waktu hidrolisis 25 menit menghasilkan 10 mL Bioetanol.

Published

2023-06-29

How to Cite

Pemanfaatan Limbah Ampas Tebu melalui Fermentasi Menjadi Bioetanol Sebagai Energi Alrenatif Rumah Tangga . (2023). JURNAL ILMIAH MAHASISWA , 1(1), 26-38. https://doi.org/10.22373/jim.v1i1.336

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)