RIQAB SEBAGAI MUSTAHIK ZAKAT
(Perbandingan Pendapat Mazhab Hanafi dan Syafi’i)
DOI:
https://doi.org/10.22373/ajiel.v2i2.1135Keywords:
riqāb, mustahik zakat, maqāṣid al-sharīʿahAbstract
Sebagai salah satu dari delapan golongan penerima zakat (aṣnāf al-zakāh) yang tercantum dalam Al-Qur'an 9:60, penelitian ini mengkaji konsep riqāb. Meskipun secara historis riqāb dikaitkan dengan pembebasan budak, para ahli hukum Islam terus berbeda pendapat secara signifikan dalam menafsirkannya, khususnya mengenai cakupan individu dan kondisi yang dapat dianggap sah secara hukum. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti bagaimana kategori riqāb dikonstruksikan dalam berbagai mazhab hukum Islam serta mengevaluasi implikasi dari penafsiran-penafsiran tersebut terhadap distribusi zakat kontemporer. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka, penelitian ini menganalisis sumber-sumber primer dan sekunder yurisprudensi Islam, yang mencakup teks-teks fikih klasik, tafsir Al-Qur'an, tradisi kenabian (hadis), dan diskusi akademis kontemporer. Analisis tekstual komparatif diterapkan untuk menguji argumentasi, penalaran hukum, dan perbedaan metodologis yang mendasari penafsiran para ahli hukum tersebut. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pemahaman mayoritas ulama klasik cenderung membatasi riqāb terutama pada budak mukātab, yaitu orang-orang terperbudak yang telah melakukan perjanjian kontrak untuk memperoleh kemerdekaannya. Kendati demikian, pendekatan hukum lainnya mengindikasikan kemungkinan konseptual yang lebih luas, di mana riqāb dapat dipahami melalui tujuan fundamental zakat, yaitu pembebasan manusia dari kondisi dominasi dan deprivasi. Perbedaan ini mengungkapkan adanya ketegangan antara penafsiran yang restriktif secara tekstual dan penafsiran riqāb yang berorientasi pada maqāṣid.
Downloads
References
M. Kabir Hassan, Aishath Muneeza, and Aref Mahmed Al-Shedivah, "The Role of Islamic Social Finance in Achieving Sustainable Development Goals," International Journal of Islamic Economics and Finance Studies 7, no. 2 (2021).
Muhammad Jawad Mughniyya, The Five Schools of Islamic Law: Al-Hanafi, Al-Ja'fari, Al- Maliki, Al-Shafi'i, Al-Hanbali (Tehran: Ansarian Publications, 2003).
Dasuqi, Muhammad Arafat al- , Hasyiyat al-Dasuqi „ala Syahr al-Kabir, juzuk I,
Beyrut:Dar al-Fikr, t.t.
Yusuf al- Qardawi, Musykilat al-faqr wa kaifa, alajaha al-Islam, c.2, Cairo: Maktabat
Wahbah. 1975, Fiqh Zakat, juz II. Beyrut: Muassasah, 1991.
Zainuddin, Pemaknaan Ulang Al-Riqab, Jurnal Hukum Lus Quia Lustum Faculty of Law, Universitas Islam Indonesia, Volume 24, Issu 3 Juli 2017.
Wahbah al-Zuhayli, Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu, Vol. III (Damascus: Dar al-Fikr, 2004), 1814.
Thabari, Tarikh al-Umam wa al-Muluk, al-Matba’ah al-Hasiniyah al-Misriyah, t.t., p. 164
Al-Nawawī, Abu Zakariyya Yahya ibn Syaraf. Al-Majmu‘ Syarh al-Muhadzdzab. Beirut: Dar al-Fikr.
Al-Mawardi, Abu al-Hasan ‘Ali ibn Muhammad. Al-Hawi al-Kabīr fī Fiqh Madhhab al-Imam al-Syafi‘ī. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah.
Al-Murtada al-Zabidi, Ithaf al-Sadah al-Muttaqin bi Syarh Ihya’ ‘Ulum al-Din, juz 4.
Muhammad Amin ibn ʻAbidīn, Radd al-Muhtar ʻala al-Durr al-Mukhtar, jil. 3, Kitab al- Zakah, Bab Masarifal-Zakat.
ʻAbdullah ibn Mahmud al-Mawasili, al-Ikhtiyar li-Taʻlil al-Mukhtar, jil. 1, Kitab al- Zakat dan Kitab al-Faraʼid.
Ahmad Ali Syauqi Fathan, Musyarrofah, dan Nafi Mubarak, “Korban Perbudakan Modern sebagai Mustahik Zakat: Kontekstualisasi Penafsiran Term al-Riqab,” Al-Qanun: Jurnal Pemikiran dan Pembaharuan Hukum Islam, Vol. 28, no. 1 (2025).
Andi Triyanto, Ahmad Danu Syaputra, Ahmad Saifudin, dan Titik Hinawati, “Tafsir Mustahiq Zakat Perspektif Literatur Sosiologi Reaktualisasi QS. At-Taubah,” Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam, Vol. 9, no. 3 (2023).
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Nisya Kamila, Muslem Abdullah, Muhammad Husnul

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







