Akulturasi Budaya Islam pada Ritual Kelahiran Masyarakat Jawa di Kabupaten Oku Timur
DOI:
https://doi.org/10.22373/tadabbur.v8i1.294Keywords:
Acculturation, Islamic Culture, Birth Rituals of ChildrenAbstract
This study examines the acculturation of Islamic values within Javanese birth ritual traditions, particularly the ceremonies of four-month pregnancy (telon-telon), seven-month pregnancy (piton-piton), placenta burial (mendhem ari-ari), brokohan, sepasaran, and selapasan. These traditions represent Javanese cultural heritage that has undergone a process of Islamization through the integration of Islamic teachings and religious values into their implementation. The study aims to describe the forms of birth rituals and to explain the Islamic values embedded within them. This research employed a qualitative approach using field research methods. Data were collected through observation, interviews, and documentation involving the community of Banuayu Village, Buay Madang District, East OKU Regency. The data were analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings reveal that Javanese birth rituals have acculturated with Islamic teachings through the practices of collective prayer, tahlilan, recitation of Qur’anic verses, salawat, almsgiving, and expressions of gratitude to Allah SWT. These traditions function not only as cultural heritage but also as a medium for strengthening religious values, social solidarity, and the Islamic identity of the Javanese community.
References
A. Maruf Asrori, Panduan Prosesi Kelahiran. Jakarta: Khalista, 2005.
Diah Qurrotul'ain, Makna dan Simbol Tradisi Brokohan di Desa Klampisan, Jurnal Budaya Etnika, 8(1) 2024: 21-30.
Fitri Amja Yani, Tradisi Terkait Upacara Kehamilan Dan Kelahiran Pada Suku Jawa Di Desa Rintis, Jurnal Multi Disiplin Dehasen (MUDE), 2 (2) 2023: 223-238.
Greet, Elifford, Agama Jawa: Abangan, Santri, Priyayi dalam Kebudayaan Jawa. Depok: Komunitas Bambu, 2013.
Greg Barton dan Greg Fealy (Ed), Tradisionalisme Radikal; Persinggungan Nahdlatul Ulama Negara, Yogyakarta: Lkis, 1997.
Heru Arif Pianto Dwijonagoro, Ahmad Nurcholis Dwijonagoro, Budaya Brokohan Sebagai Konvensi Tradisi Jawa dan Islam Masyarakat Pacitan Jawa Timur, Rinontje Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah, 3(2) 2022.
Imam Baehaqi (ed)., Agama dan Relasi Sosial Menggali Kearifan Dialog, Yogyakarta: LKis, 2002.
Imam Subqi, Sutrisno, Reza Ahmadiansah, Islam dan Jawa, Solo: Percetakan Ivorie.
Kartono, Teologi Inkulturasi dalam Ritual Selapanan, Media Jurnal Filsafat dan Teologi, 3(1) 2022: 77-90.
Laelatul Badriyah, Akultutasi Nilai-nilai Pendidikan Islam Pada Tradisi kelahiran di daerah Pondok Pesantren Krapyak yogyakarta, KNPI, 2020.
Mujiyati, Analisis Hukum Islam tentang Pelaksanaan Selamatan Kehamilan (Pitonan) dalam Ritual Adat Jawa, Academia, 1(2) 2019: 117-133.
Muhamad Mursidul Anwar, Tradisi Brokohan pada Masyarakat Suku Jawa di Desa Kembang Habang Lama, Indonesion Journal of Islamic Jurisprudence, Economic, and Legal Theory, 3(1) 2025: 471-477.
Muhammad Sholikhin, Ritual dan Tradisi Islam Jawa, Narasi (anggota IKAPI) Yogyakarta, 2010.
Muhammad Sholikhin, Ritual & Tradisi Islam Jawa, Cet 1, Yogyakarta: Narasi, 2001.
Nana Syaodin Sukmadinata, Metode Penelitian Kualitatif, Edisi Revisi. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2012.
Rizziq, Baayun Mulud, Meneladani Nabi Lewat Tradisi, AULA, XXXII, 4, April, 2010.
Robin, Relasi Agama dan Budaya Masyarakat Kontemporer. Malang: UIN Malang 2009.
Sugiono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta, 2009.
Wardi Bahtiar, Methodologi Penelitian. Jakarta: Logos Wacana Ilmu, 1997.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Siti Nashihah, Amin Suyitno, Endang Rochmiatun

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
