Korelasi Had Zina dalam Tafsir Al-Azhar dan Implikasinya terhadap Regulasi Pidana Syariah di Aceh
Studi atas Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014
Keywords:
Korelasi, Had Zina, Tafsir Al-Azhar, Qanun AcehAbstract
Studi ini menganalisis konsep had zina dalam Tafsir al-Azhar dan Qanun Jinayat Aceh Nomor 6 Tahun 2014. Zina sebagai sebuah kejahatan yang dikenakan hukuman had diancam sanksi hukum cambuk sebanyak 100 kali. Demikian pula ancaman zina dalam hadis Nabi adalah hukum rajam. Penjatuhan hukuman had bagi pelaku zina dalam Tafsir al-Azhar dibedakan antara pelaku zina muhsan dan ghairu muhsan. Sedangkan dalam Qanun Jinayat Aceh Nomor 6 Tahun 2024 pelaku zina tidak dibedakan antara muhsan dan ghairu muhsan. Fokus kajian syudi ini adalah mengapa terjadi perbedaan dalam menetapkan kriteria hukuman had bai pelaku muhsan dan ghari muhsan antara Tafsir Al-Azhar dan Qanun Jinayat Aceh Nomor 6 Tahun 2024. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan menggunakan sata kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa had zina menurut Tafsir Al–Azhar karya buya Hamka adalah hukuman dera atau cambuk bagi yang belum menikah (ghairu muhsan) dan dihukum rajam bagi yang sudah menikah (muhsan). Berbeda dengan had zina menurut Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang hukum jinayah merumuskan hukuman bagi pelaku zina adalah sama, tidak dibedakan pelaku zina muhsan dan ghairu muhsan. Walapun berbeda dalam merumuskan kriteria hukuman had zina dalam Tafsir Al-Azhar dan Qanun Jinayat Aceh Nomor 6 tahun 2014 namun, keduanya memliki tujuan yang sama yaitu sebagai upaya untuk menerapkan prinsip–prinsip syariat Islam dalam konteks hukum lokal berlandaskan pada nilai–nilai dan dasar hukum yang sama dalam menanggapi perbuatan zina.
References
‘Awdah, ‘Abd al-Qadīr. Al-Tasyri‘ Al-Jina’Iy Al-Islamiy: Muqaranah Bi Al-Qanun Al-Wadh‘Iy. I. Bayrūt: Muassasah al-Risālah, 1997.
Abbas, Syahrizal. “Paradigma Baru Hukum Di Aceh.” In Hukum Jinayat Dan Hukum Acara Jinayat. Banda Aceh: Dinas Syariat Islam Aceh, 2015.
Abu Zahrah, Muhammad. Al-Jarimah Wa Al-’Uqubah Fi Al-Fiqh Al-Islami. Edited by Muhammad Rafiki. V. Vol. V. Kairo: Maktabah Tawfiqiyah, 2014.
Abubakar, Al Yasa’. Syari’at Islam Di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam: Paradigma, Kebijakan Dan Kegiatan. Banda Aceh: Dinas Syariat Islam Aceh, 2008.
Abubakar, Al Yasa. Hukum Pidana Islam Di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Banda Aceh: Dinas Syariat Islam NAD, 2006.
Al-Din, Muhammad Muhdi Syams. Manahij Al-Tajdid: Manahij Al-Ijtihad Wa Tajdid Ushul Al-Fiqh. Damaskus: Dar al-Fikr, 2000.
Amrullah, H.A.K. Tafsir Al-Azhar. Jakarta: Panjimas, 2021.
Azra, Azyumardi. Islam Nusantara: Sejarah Sosial Intelektual Islam Di Indonesia. Jakarta: Kencana, 2019.
Azyumardi Azra. Jaringan Ulama: Tradisi, Sumber, Dan Pemikiran Islam Di Indonesia. Jakarta: Kompas, 2004.
Fahmi, Mutiara, Nurhayati Ali Hasan, Iskandar Usman, Amiruddin Abdullah, and Muhibuddin Hanafiyah. “Punishment for Zina Muhsān Offenders in Aceh Qanun No. 6 of 2014 in the Perspective of Fiqh Al-Siyāsah.” Samarah 6, no. 1 (2022).
Hamka. Kenang-Kenangan Hidup. I. Jakarta: Bulan Bintang, 1974.
Hamka. Tafsir al-Azhar. I. Jakarta: Pustaka Panjimas, 1982.
Hamka, Tafsir Al-Azhar. 7. Jakarta: Gema Insani, 2015.
Khallāf, Abd Wahhāb. Ilm Usūl Al-Fiqh. Bayrūt: Dār al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 1977.
Misran. “Criteria of Offenses as Part of Ta’zir Penalty (Kriteria Tindak Pidana Yang Diancam Hukuman Ta‘Zir).” Legitimasi: Jurnal Hukum Pidana Dan Politik Hukum 10, no. 2 (2021).
Nizar, Samsul. Memperbincangkan Dinamika Intelektual Dan Pemikiran Hamka Tentang Pendidikan Islam. Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2008.
Qanun Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat.
Sumardi, Dedy. “Hudûd Dan HAM: Artikulasi Penggolongan Hudûd Abdullahi Ahmed An-Na’im.” MIQOT: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman 35, no. 2 (December 2, 2011).
———. Hudud Dan HAM: Menelusuri Hudud Yang Disyariatkan Dan Hudud Yang Difikihkan. Banda Aceh: Dinas Syariat Islam Aceh, 2011.
Sumardi, Dedy, Mukhsin Nyak Umar, Ruslan Sangaji, Firdaus M Yunus, and Rahmatul Akbar. “Transition of Civil Law to Public Law: Integration of Modern Punishment Theory in Criminal Apostasy.” Ahkam: Jurnal Ilmu Syariah 22, no. 1 (June 30, 2022).
Yakin, Ayang Utriza. “Islamisasi Dan Syariatisasi Samudera-Pasai Abad Ke-14 Masehi.” ISLAMICA: Jurnal Studi Keislaman 9, no. 2 (2016).
Yusuf, Muhammad. Impementasi Hukum Jinayat Di Aceh: Keasadaran, Kepatuhan Dan Efektivitas. Banda Aceh: Bandar Publishing, 2022.
———. “The Existence of The Jinayat Law in Indonesian Community.” Legitimasi: Jurnal Hukum Pidana Dan Politik Hukum 10, no. 2 (2021). https://jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/legitimasi/article/view/10516/6393.
Published
Issue
Section
License
Authors who publish in Jarima: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Pidana Islam agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work. (See The Effect of Open Acces)







