Krisis Supremasi Hukum Pidana

Kritik Legalisme Melalui Integrasi Hukum Adat dan Hukum Pidana Islam

Authors

DOI:

https://doi.org/10.22373/jarima.v2i1.967

Keywords:

Hukum Adat, Hukum Pidana Islam, Legalisme, Supremasi Hukum

Abstract

Supremasi hukum pidana modern di Indonesia selama ini bertumpu pada paradigma legalisme positivistik yang menempatkan undang-undang sebagai satu-satunya sumber legitimasi. Sebuah paradigma yang menjanjikan kepastian hukum, namun memunculkan krisis ketika berhadapan dengan realitas sosial yang plural, nilai keadilan substantif, serta sistem non negara yang hidup dan berkembang di Tengah masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji krisis supremasi hukum pidana melalui kritik terhadap legalisme, sekaligus menawarkan integrasi hukum adat dan hukum pidana Islam sebagai kerangka alternatif pembaruan hukum pidana nasional. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan konseptual dan filosofis, bersumber pada data sekunder berupa bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dikumpulkan melalui studi kepustakaan, serta dianalisis secara kualitatif dengan teknik deskriptif-analitis dan preskriptif untuk mengkaji krisis supremasi hukum pidana dan merumuskan integrasi hukum adat serta hukum pidana Islam dalam pembaruan hukum pidana nasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa supremasi hukum pidana di Indonesia selama ini dikonstruksi secara legalistik sehingga mengabaikan keadilan substantif dan realitas sosial, sementara hukum adat dan hukum pidana Islam tetap berfungsi sebagai rujukan keadilan yang hidup di masyarakat. Penelitian ini menghadirkan kerangka konseptual integrasi hukum adat dan hukum pidana Islam sebagai arah pembaruan hukum pidana nasional yang kontekstual, plural, dan berlegitimasi sosial, dengan kebaruan terletak pada kritik terhadap dominasi legalisme dan proposisi integrasi sistem hukum yang hidup untuk membangun hukum pidana yang adil, diterima masyarakat, dan relevan dengan kompleksitas sosial Indonesia.

Author Biographies

  • Adzanah Mariska Salsabila, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia

    Islamic Criminal Law, Faculty of Sharia and Law

  • Zaky Anggara, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia

    Islamic Criminal Law, Faculty of Sharia and Law 

References

Aditya, Zaka Firma. ΓÇ£Romantisme Sistem Hukum di Indonesia: Kajian atas Kontribusi Hukum Adat dan Hukum Islam terhadap Pembangunan Hukum di Indonesia.ΓÇ¥ Jurnal Rechts Vinding: Media Pembinaan Hukum Nasional 8, no. 1 (2019): 1ΓÇô15. https://doi.org/10.33331/rechtsvinding.v8i1.305.

Adiyansyah, Amzar, Al Muttaqien, T Yasman Saputra, dan Umar Mahdi. ΓÇ£Runtuhnya Ketatanegaraan dan Krisis Demokrasi: Korupsi dan Pudarnya Keadilan.ΓÇ¥ Locus Journal of Academic Literature Review 4, no. 7 (2025): 506ΓÇô514. https://doi.org/10.56128/ljoalr.v4i7.593.

Akbar, Mohammad Hikmal, Lubabin Nawval Muhammad, dan Najwa Faridillah. ΓÇ£Struktur Sosial dan Dinamika Persekutuan Hukum Adat di Indonesia: Kajian terhadap Kekerabatan, Ketetanggaan, dan Keorganisasian.ΓÇ¥ Tarunalaw 3, no. 2 (2025): 131ΓÇô41. https://doi.org/10.54298/tarunalaw.v3i02.462.

Allan, Trevor Richard Stanley. ΓÇ£Why the Law is What it Ought to be.ΓÇ¥ Jurisprudence 11, no. 4 (2020): 574ΓÇô96. https://doi.org/10.1080/20403313.2020.1782596.

Anchassi, Omar. ΓÇ£Review of Collective Liability in Islam: The ╩┐─Çqila and Blood-Money Payments by Nurit Tsafrir.ΓÇ¥ Journal of the Contemporary Study of Islam 1, no. 2 (2020): 145ΓÇô48. https://doi.org/10.37264/jcsi.v1i2.33.

Aridi, Ali, dan Yana Sukma Permana. ΓÇ£Kedudukan Hukum Adat Dalam Penguatan Pelestarian Nilai-Nilai Adat Dalam Yurisprudensi.ΓÇ¥ Jurnal Ilmu Hukum: The Juris 6, no. 2 (2022): 352ΓÇô62. https://doi.org/10.56301/juris.v6i2.602.

Barbash, Daria. ΓÇ£Conflict between morality and law in criminal proceedings: theoretical aspects and practical examples.ΓÇ¥ Socrates 27, no. 1 (2023): 9ΓÇô16. https://doi.org/10.25143/socr.27.2023.3.09-16.

Corda, Alessandro. ΓÇ£The Legitimacy Of Criminal Law And The Performance Crises Of Penality.ΓÇ¥ Criminal Law Forum 36, no. s1 (2025): 351ΓÇô80. https://doi.org/10.1007/s10609-025-09509-2.

Djalaluddin, Muhammad Mawardi, Bulqia MasΓÇÖud, Dedy Sumardi, dan Isnawardatul Bararah. ΓÇ£The Implementation of TaΓÇÖz─½r Punishment as an Educational Reinforcement in Islamic Law.ΓÇ¥ Samarah: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam 7, no. 1 (2023): 399ΓÇô417. https://doi.org/10.22373/sjhk.v7i1.15101.

Djaya, Fernando Noufandra, Andika, dan M. Radith. ΓÇ£Menegakkan Supremasi Hukum: Analisis Hukum Pidana, Sistem Peradilan, dan Peran Penegak Hukum.ΓÇ¥ JSC Terekam Jejak 1, no. 1 (2025): 72ΓÇô86. https://journal.terekamjejak.com/index.php/jsc/article/view/317.

Faisal, dan Faidatul Hikmah. Pemaknaan Asas Legalitas dalam Pemikiran Hukum Pidana Nasional dan Filsafat Hukum. Yogyakarta: Penerbit Litera, 2025. https://repository.ubb.ac.id/id/eprint/11106.

Foucault, Michael. Power: the Essential Works of Michael Foucault 1954-1984. London: Penguin Books, 2019.

Ghifari, Muhammad Khasby Al, dan Zulkarnain. ΓÇ£Legal Certainty in the Integration of the New Criminal Code and Customary Criminal Law.ΓÇ¥ Widya Gama Law Review 1, no. 1 (2024): 42ΓÇô54. https://doi.org/10.31328/wglr.v1i1.580.

Griffiths, John. ΓÇ£What is Legal Pluralism.ΓÇ¥ The Journal of Pluralisme and Unofficial Law 18, no. 24 (2013): 1ΓÇô55. https://doi.org/10.1080/07329113.1986.10756387.

Harahap, Anggi Purnama, Devrian Ali Putra, Ardian Kurniawan, dan Muhammad Aiman. ΓÇ£Sanksi Adat Penyelesaian Kasus Pelecehan Seksual di Desa Kungkai Kabupaten Merangin Jambi.ΓÇ¥ Wajah Hukum 6, no. 2 (2022): 294ΓÇô304. https://doi.org/10.33087/wjh.v6i2.1004.

Hariri, Achmad, dan Basuki Babussalam. ΓÇ£Legal Pluralism: Concept, Theoretical Dialectics, and Its Existence in Indonesia.ΓÇ¥ Walisongo Law Review (Walrev) 6, no. 2 (2024): 146ΓÇô170. https://doi.org/10.21580/walrev.2024.6.2.25566.

Hassanein, Abdelrahman Abdelhamid Mohammed. ΓÇ£The Complementarity of Ijtihad and the Maqasid Al-Shariah in Islamic Law: An Analytical Study.ΓÇ¥ Internasional Journal of Academic Research in Business & Social Sciences 15, no. 5 (2025): 847ΓÇô59. https://doi.org/10.6007/IJARBSS/v15-i5/25424.

Ismail, Ismail, Novi Hendri, dan Putri Rahmah Nurhakim. ΓÇ£MinangkabauΓÇÖs Doro Tradition: Coexistence of Customary Law and Islamic Law in Caning Punishment.ΓÇ¥ Samarah: Jurnal Hukum Keluarga Dan Jurnal HUkum Islam 7, no. 1 (2023): 579ΓÇô601. https://doi.org/10.22373/sjhk.v7i1.15904.

Kasim, Fajri M., dan Abidin Nurdin. ΓÇ£Study of Sociological Law on Conflict Resolution Through Adat in Aceh Community According to Islamic Law.ΓÇ¥ Samarah: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam 4, no. 2 (2020): 375ΓÇô79. https://doi.org/10.22373/sjhk.v4i2.8231.

Kholida. ΓÇ£Otoritas ΓÇÿUrf Dalan Penalaran Hukum Islam.ΓÇ¥ Jurnal Al-Maqashid: Jurnal Ilmu Kesyariahan dan Keperdataan 8, no. 2 (2022): 242ΓÇô54. https://doi.org/10.24952/almaqasid.v8i2.6264.

Lestarini, Ratih. ΓÇ£The Sociological Perspective on The Study of The Living Law: Is It a Part of Legal Discipline or Social Discipline?ΓÇ¥ Jurnal IUS Kajian Hukum Dan Keadilan 11, no. 3 (2023): 448ΓÇô464. https://doi.org/10.29303/ius.v11i3.1270.

Miswardi, Nasfi, dan Antoni. ΓÇ£Etika, Moralitas, dan Penegak Hukum.ΓÇ¥ Menara Ilmu: Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah 15, no. 21 (2021): 150ΓÇô62. https://doi.org/10.31869/mi.v15i2.2425.

Mohamed, Osman Ahmed Osman. ΓÇ£The Policy of Criminalization and Punishment in Islamic Law.ΓÇ¥ Internasional Journal of Environmental Sciences 11, no. 1S (2025): 297ΓÇô309. https://doi.org/10.64252/5tnjsk77.

Mubarok, Jaih, dan Enceng Arif Faizal. Kaidah Fiqih Jinayah. Bandung: Pustaka Bani Quraisy, 2004.

Mulya, Rahmad Riski. ΓÇ£Peran Lembaga Hukum Adat dalam Menyelesaikan Kasus Perzinaan di Nagari Koto Tuo dalam Tinjauan Fiqh jinayah.ΓÇ¥ Jurnal Al-JinaΓÇÖi Al-Islami 2, no. 1 (2024): 158ΓÇô167. https://doi.org/10.15575/jaa.v2i2.1342.

Nugraha, Harry Setya, dan Indah Satria. ΓÇ£Logico-Empirisme Paradigma Positivisme Logis: Kritik dan Tawaran Epistemologi Alternatif.ΓÇ¥ Jurnal Hukum IUS QUIA IUSTUM 32, no. 3 (2025): 556ΓÇô580. https://doi.org/10.20885/iustum.vol32.iss3.art2.

Nurhasanah, Hikmah, dan Irwan Triadi. ΓÇ£Positivisme Hukum dan Karakter Formalistik Penegakan Hukum di Indonesia.ΓÇ¥ Causa: Jurnal Hukum Dan Kewarganegaraan 16, no. 2 (2025): 371ΓÇô80. https://ejournal.cibinstitut.com/index.php/causa/article/view/2906.

Pertiwi, Putri, Faridatus Sakdiyah, dan Feryll Anugrah Rian. ΓÇ£Implementasi Hukum Adat dalam Penyelesaian Sengketa Lingkungan: Studi Etnografis di Kawasan Hutan Adat.ΓÇ¥ Perkara : Jurnal Ilmu Hukum Dan Politik 2, no. 4 (2024): 589ΓÇô602. https://doi.org/10.51903/perkara.v2i4.2231.

Putra, Dedisyah, Martua Nasution, dan Sabrun Edi. ΓÇ£Reviving the Past: The Role of Sharia in Preserving Forgotten Customs within Islamic Culture.ΓÇ¥ Al-Rasikh: Jurnal Hukum Islam 14, no. 1 (2025): 30ΓÇô50. https://doi.org/10.38073/rasikh.v14i1.2367.

Qorasyi, Asma Gholib al, dan Sullati Armawi. “Tagyīr al-Fatawā bi Tagyīr al-Zamān wal-Makān wal-Aḥwāl wal-’Ādāt.” Proceeding of Dirundeng International Conference on Islamic Studies 4, no. 18 (2023): 215–25. https://doi.org/10.47498/dicis.v3i.2896.

Radbruch, Gustav. ΓÇ£Statutory Lawlessness and Supra-Statutory Law.ΓÇ¥ Oxford Journal of Legal Studies 26, no. 1 (2006): 1ΓÇô11. https://doi.org/10.1093/ojls/gqi041.

Rahardjo, Satjipto. Membedah Hukum Progresif. Jakarta: Penerbit Buku Kompas, 2007.

Rilya, Muhammad Avin Athalla, dan Irwan Triadi. ΓÇ£Positivism and Its Implications for Legal Science and Law Enforcement.ΓÇ¥ Mediasi Hukum Indonesia 3, no. 4 (2025): 771ΓÇô76. https://doi.org/10.5281/zenodo.17800493.

Rosdalina. Hukum Adat. Yogyakarta: Deepublish, 2017.

Sinaga, Miduk, Edi Warman, dan Triono Eddy. ΓÇ£Kajian Hukum Model Penyelesaian Kasus Melalui Hukum Pidana Adat Sebagai Upaya Penyelesaian Sengketa Di Luar Pengadilan.ΓÇ¥ Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JHSS) 5, no. 3 (2023): 2343ΓÇô49. https://doi.org/10.34007/jehss.v5i3.1304.

Sumardi, Dedy, Ratno Lukito, dan Moch Nur Ichwan. ΓÇ£Legal Pluralism within The Space of Sharia: Interlegality of Criminal Law Traditions in Aceh, Indonesia.ΓÇ¥ Samarah: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam 5, no. 1 (2021): 426ΓÇô49. https://doi.org/10.22373/sjhk.v5i1.9303.

Susanto, Yoghie Arief, Riski Dysas Prabawani, dan Naily Aulia Najah. ΓÇ£Customary Law in the New Indonesian Criminal Code: Recognition or Reduction?ΓÇ¥ ADLIYA: Jurnal Hukum dan Kemanusiaan 19, no. 1 (2025): 77ΓÇô96. https://doi.org/10.15575/adliya.v19i1.44458.

Syahrir, Mukum, Firman Dwi Anindito, dan Dwi Cahyo Nugroho. ΓÇ£Building Public Trust in IndonesiaΓÇÖs Legal System: Case Analysis and Social Implications.ΓÇ¥ Hakim: Jurnal Ilmu Hukum Dan Sosial 3, no. 2 (2025): 1148ΓÇô63. https://doi.org/10.51903/87s1ed19.

Wahyu, Gede Eka, dan Ni Putu Evi Wahyu Citawati. ΓÇ£Analysis Contrastive of Plural Between Indonesia and English.ΓÇ¥ Sibatik Journal: Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, dan Pendidikan 1, no. 22 (2022): 3017ΓÇô22. https://doi.org/10.54443/sibatik.v1i12.655.

Yuliani, Andini, Tasya, Panca Joko Yesiko Yassin, dan Wiena Septiany. ΓÇ£Tinjauan Pengaruh Teori Positivisme Hukum Terhadap Sistem Peradilan Pidana di Indonesia.ΓÇ¥ Das Sollen: Jurnal Kajian Kontemporer Hukum dan Masyarakat 1, no. 1 (2024): 1ΓÇô25. https://journal.forikami.com/index.php/dassollen/article/view/532.

Zaky Anggara, Sopi Laeli Fitri Rahmawati, Sita Jahrotun Nisa, dan Deden Najmudin. ΓÇ£Legitimacy of AcehΓÇÖs qanun jinayatin IndonesiaΓÇÖs legal system: Prospects for regional adoption.ΓÇ¥ AlΓÇÖAdalah: Journal of Islamic Studies 28, no. 2 (2025): 127ΓÇô48. https://doi.org/10.35719/aladalah.v28i1.626.

Published

2026-06-30